Senin, 22 Juni 2015

TUGAS 1. STRATEGI IMPLEMENTASI TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

STATISTIK PENDIDIKAN DAN KOMPUTER
STRATEGI IMPLEMENTASI TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

Tugas 1
Mata Kuliah : Statistik Pendidikan dan Komputer
Dosen Pengampu : Prof. DR. Budi Murtiyasa



Disusun oleh  :
SUNARSO
KELAS  I. B / NIM: Q100140120








SEKOLAH  PASCASARJANA
MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS  MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015












STRATEGI IMPLEMENTASI TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
A.PENDAHULUAN
Di era globalisasi seperti sekarang ini, seolah-olah dunia ini tiada batasnya. Hal ini disebabkan adanya kemajuan teknologi dan informasi. Dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi, kita dapat mengetahui kejadian yang ada di belahan dunia tanpa harus pergi ke suatu tempat di mana kejadian itu terjadi. Tidak dapat dipungkiri bahwa di era globalisasi dewasa ini, teknologi dan informasi dianggap sesuatu yang harus ada bahkan “wajib” ada keberadaannya. Cobalah kita melihat sejenak bagaimana orang sekarang tidak bisa dilepaskan dari benda-benda berteknologi canggih misal HP, smartphone, tablet dan sebagainya. Tua, muda, mereka asyik dengan gadjetnya masing-masing tidak peduli di mana mereka berada. Bahkan di kereta api, di bus, di halte di restoran dan tidak peduli lagi dengan orang-orang di sekitarnya, mereka semuanya sibuk memegang gadjetnya, bahkan tidak peduli dengan orang di sekitarnya.
Teknologi, informasi dan komputer ( TIK ) sekarang ini dirasakan merupakan suatu kebutuhan pokok dimasa sekarang,  lebih-lebih di masa datang. Sehingga sekolahpun harus ikut menerapkan TIK dalam pembelajaran. Meskipun pada kenyataannya tidak semua sekolah mampu menerapkan TIK sebagai basis pada sistem pembelajarannya, hal ini disebabkan oleh  beberapa faktor ,untuk itu diperlukan suatu menejemen dan strategi yang tepat agar penerapan TIK dalam pembelajaran di sekolah dapat sejalan dengan tujuan yang telah di rumuskan.
B. PEMBAHASAN
1. Perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi
       Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi (Evi Maria,2014). Sedangkan UNESCO (2004) mendefinisikan bahwa TIK adalah teknologi yang di gunakan untuk berkomunikasi, membuat, mengelola dan mendistribusikan informasi. Dalam dunia pendidikan biasanya di sebut e- learning. Sedangkan masyarakat umum biasanya mendefinisikan TIK secara sederhana yaitu segala hal yang berkaitan dengan komputer ,internet, handphone ,tablet, radio, televisi dan sebagainya.
      Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat, yang pada akhirnya dunia pendidikan pun dituntut untuk mengikuti perkembangan yang terjadi pada masyarakat. Sehingga TIK harus dikuasai semua pelaku  dalam dunia pendidikan. Menguasai ICT/TIK berarti kemampuan untuk memahami dan menggunakan alat TIK secara umum ( Fibriani:2014 ).
2.    TIK Sarana Paling Cepat Mendapatkan Ilmu Pengetahuan
                        Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa orang yang menguasasi informasi akan berada selangkah di depan .Selangkah di depan dapat diartikan bahwa orang tersebut akan mendapatkan informasi atau pengetahuan lebih dulu dibandingkan orang yang tidak menguasai informasi. Pernyatan tersebut tidaklah salah , karena seorang biasanya dianggap pintar jika mengusai ilmu pengetahuan, Sedangkan fungsi ilmu pengetahuan adalah menetapkan hukum-hukum umum yang meliputi perilaku kejadian (Sutama:2012).
Orang yang mengusai ilmu pengetahuan adalah orang yang di anggap dapat menetapkan sesuatu keputusan berdasarkan ilmu yang ia miliki. Hal tersebut sesuai dengan sebuah ungkapan “ siapa cepat dia dapat”. Cobalah kita perhatikan 20 atau 30 tahun yang lalu, berapa hari kita harus mengirim sebuah pesan yang terdiri hanya tiga baris saja hanya untuk memberitahukan berita duka kepada sanak saudara di seberang pulau, bisa 3 hari atau bahkan lebih. Tapi sekarang mungkin cuma 3 detik saja. Itu semua tidak lain dan tidak bukan karena perkembangan TIK.
3.    Teknologi informasi dan penerapannya dalam bidang pendidikan
Perkembangan Teknologi Informasi (TIK) yang demikian pesat telah mengubah cara pandang masyarakat, masyarakat menganggap bahwa pendidikan tanpa TIK merupakan suatu kemunduran pendidikan, ini terbukti betapa banyaknya masyarakat yang  “mengantri” mendaftarkan anak-anaknya untuk sekolah di sekolah yang berbasis TIK.
Begitu juga dengan diterapkan program dapodik oleh Kemendikbud untuk semua sekolah di seluruh Indonesia, sekolah dituntut bahkan wajib terhubung dengan jaringan internet. Pembayaran BOS, pembayaran TPG ,bantuan DAK dan semua informasi pendidikan mengambil data Dapodik yang di upload dari sekolah masing-masing melalui jaringan internet.
Bahkan dari jenjang SD sampai Perguruan Tinggi terdapat mata pelajaran TIK. Dalam kurikulum 2013, semua buku guru dan buku siswa dibuat dalam bentuk PDF, itu artinya mau tidak mau suka tidak suka semua guru, murid dan pelaku pendidikan lainya harus “melek” TIK. Reduit,      Mauritus (2011) mengatakan ada manfaat nyata dan terukur ketika anak-anak menggunakan IT.
Keunggulan TIK yang diperankan oleh internet dalam menyediakan informasi, telah membawa perubahan dalam budaya dan tingkah laku khususnya dalam Proses pembelajaran. pendidikan seperti ini dinamakan sebagal e-Education atau e-Learning,biasanya sekolah tertentu menyebutkan Pembelajaran berbasis multimedia.
4.    Strategi Implementasi TIK di Sekolah
Oleh karena itu dibutuhkan suatu strategi yang mendalam dalam penggunaan TIK di sekolah agar TIK dapat memberikan manfaat yang signifikan terhadap suksesnya pembelajaran, bukan malah sebaliknya. Adapun beberapa strategi yang dapat di lakukan oleh pihak sekolah adalah sebagai berikut :
1.         Menyedia kebutuhan perangkat TIK, misalnya fasilitas komputer, proyektor LCD dan sambungan internet yang dapat dimanfaatkan oleh guru, karyawan, dan siswa.
2.         Kemudahan dalam mengakses sistem jaringan bagi guru, karyawan, dan siswa.
3.         Implementasi di tingkat guru dengan cara guru diharuskan mempelajari bagaimana sistem e-learning dengan memberi pelatihan terprogram dan berkesinambungan.
4.         Menyediakan tenaga khusus TIK yang mumpuni dibidang TIK untuk mengkoordinasi perangkat TIK.
5.         Membuat suatu sistem jaringan terpadu berbasis TIK dalam penyelenggaraan program pendidikan misalnya pembuatan web sekolah.
6.         Penggunaan multimedia dan internet akan meningkatkan kualitas  pembelajaran
7.         Meningkatkan kinerja guru secara maksimum

C. Kesimpulan
Pembelajaran berbasis TIK adalah suatu proses pembelajaran yang diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan,menantang memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,serta memberikan ruang yang cukup bagi kemandirian dan perkembangan bakat, fisik serta psikologis peserta didik.
Model pembelajaran TIK adalah mengkomunikasikan pembelajaran terhadap anak didik secara aktif dan kreatif, kapan saja dan dimana saja yang dapat untuk mempermudah dalam komunikasi pembelajaran. Sehingga diharapkan anak dapat mengakses pembelajaran dengan cepat dan tepat.
    Strategi implemetasi TIK di sekolah dapat diupayakan dengan pengadaan komputer proyektor LCD dan jaringan internet, implementasi ditingkat guru dengan cara guru diharuskan mempelajari bagaimana sistem e-learning dengan cara memberi pelatihan terprogram dan berkesinambungan, menyediakan tenaga khusus TIK yang mempunyai keahlian  untuk mengkoordinasi perangkat TIK, membuat suatu sistem jaringan terpadu berbasis TIK dalam penyelenggaraan program pendidikan misalnya pembuatan web sekolah.


DAFTAR PUSTAKA

1.    Evi, Maria. Wijaya. Sinatra, Lina. (2013). Evaluation of Implementation on Information
and Communication Technology in Higher Education Institutions in Indonesia Using the it Balanced Scarecard (Case Study: Satya Wacana Christian University, Salatiga), ISSN: 22294686 ,International Journal of Education, ProQuest Research Library pg. 49-57
2.    Cihak, David F; Bowlin, Tammy. (2009). Using Video Modeling via Handheld
Computers to Improve Geometry Skills for High School Students with Learning Disabilities, ISSN: 01626434 , Scholarly Journals, ProQuest Research Library pg. 17-29
3.    Eyo,Patrick. Omoogun, Ajayi.( 2013).  Impediments to the Adoption of Information and
4.    Communication Technology (ICT) in Teacher Preparation ProgrammeISSN 1948-5476.International Journal of Education, Macrothink Institute.

5.    Mauritius,Reduit. Rushda Bahadoor,Bibi. ( 2011).  Integrating ICT in Pre-Primary
Education:The Case of MauritiusISSN 1948-5476. International Journal of Education, Macrothink Institute.
6.    Sutama .( 2012) . Metode Penelitian Pendidikan.Surakarta : Fairuz Media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar