STATISTIK PENDIDIKAN DAN KOMPUTER
STRATEGI IMPLEMENTASI TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Tugas 1
Mata Kuliah : Statistik Pendidikan dan Komputer
Dosen Pengampu : Prof. DR. Budi Murtiyasa
Disusun oleh :
SUNARSO
KELAS I.
B / NIM: Q100140120
SEKOLAH PASCASARJANA
MAGISTER MANAJEMEN
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015
STRATEGI IMPLEMENTASI TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
A.PENDAHULUAN
Di era globalisasi
seperti sekarang ini, seolah-olah dunia ini tiada batasnya. Hal ini disebabkan
adanya kemajuan teknologi dan informasi. Dengan adanya kemajuan teknologi dan
informasi, kita dapat mengetahui kejadian yang ada di belahan dunia tanpa harus
pergi ke suatu tempat di mana kejadian itu terjadi. Tidak dapat dipungkiri
bahwa di era globalisasi dewasa ini, teknologi dan informasi dianggap sesuatu
yang harus ada bahkan “wajib” ada keberadaannya. Cobalah kita melihat sejenak
bagaimana orang sekarang tidak bisa dilepaskan dari benda-benda berteknologi
canggih misal HP, smartphone, tablet dan sebagainya. Tua, muda, mereka asyik
dengan gadjetnya masing-masing tidak peduli di mana mereka berada. Bahkan di
kereta api, di bus, di halte di restoran dan tidak peduli lagi dengan
orang-orang di sekitarnya, mereka semuanya sibuk memegang gadjetnya, bahkan
tidak peduli dengan orang di sekitarnya.
Teknologi, informasi dan
komputer ( TIK ) sekarang ini dirasakan merupakan suatu kebutuhan pokok dimasa
sekarang, lebih-lebih di masa datang.
Sehingga sekolahpun harus ikut menerapkan TIK dalam pembelajaran. Meskipun pada
kenyataannya tidak semua sekolah mampu menerapkan TIK sebagai basis pada sistem
pembelajarannya, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor ,untuk itu diperlukan suatu
menejemen dan strategi yang tepat agar penerapan TIK dalam pembelajaran di
sekolah dapat sejalan dengan tujuan yang telah di rumuskan.
B. PEMBAHASAN
1. Perkembangan Teknologi, Informasi dan
Komunikasi
Teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi
komunikasi (Evi Maria,2014). Sedangkan UNESCO (2004) mendefinisikan bahwa TIK
adalah teknologi yang di gunakan untuk berkomunikasi, membuat, mengelola dan mendistribusikan
informasi. Dalam dunia pendidikan biasanya di sebut e- learning. Sedangkan masyarakat umum biasanya
mendefinisikan TIK secara sederhana yaitu segala hal yang berkaitan dengan
komputer ,internet, handphone ,tablet, radio, televisi dan sebagainya.
Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) yang pesat telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan
bermasyarakat, yang pada akhirnya dunia pendidikan pun dituntut untuk mengikuti
perkembangan yang terjadi pada masyarakat. Sehingga TIK harus dikuasai semua
pelaku dalam dunia pendidikan. Menguasai ICT/TIK berarti kemampuan untuk
memahami dan menggunakan alat TIK secara umum ( Fibriani:2014 ).
2. TIK
Sarana Paling Cepat Mendapatkan Ilmu Pengetahuan
Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa orang yang menguasasi informasi
akan berada selangkah di depan .Selangkah di depan dapat diartikan bahwa orang
tersebut akan mendapatkan informasi atau pengetahuan lebih dulu dibandingkan
orang yang tidak menguasai informasi. Pernyatan tersebut tidaklah salah ,
karena seorang biasanya dianggap pintar jika mengusai ilmu pengetahuan,
Sedangkan fungsi ilmu pengetahuan adalah menetapkan hukum-hukum umum yang
meliputi perilaku kejadian (Sutama:2012).
Orang yang mengusai ilmu
pengetahuan adalah orang yang di anggap dapat menetapkan sesuatu keputusan
berdasarkan ilmu yang ia miliki. Hal tersebut sesuai dengan sebuah ungkapan “
siapa cepat dia dapat”. Cobalah kita perhatikan 20 atau 30 tahun yang lalu,
berapa hari kita harus mengirim sebuah pesan yang terdiri hanya tiga baris saja
hanya untuk memberitahukan berita duka kepada sanak saudara di seberang pulau,
bisa 3 hari atau bahkan lebih. Tapi sekarang mungkin cuma 3 detik saja. Itu
semua tidak lain dan tidak bukan karena perkembangan TIK.
3. Teknologi
informasi dan penerapannya dalam bidang pendidikan
Perkembangan Teknologi
Informasi (TIK) yang demikian pesat telah mengubah cara pandang masyarakat,
masyarakat menganggap bahwa pendidikan tanpa TIK merupakan suatu kemunduran
pendidikan, ini terbukti betapa banyaknya masyarakat yang “mengantri”
mendaftarkan anak-anaknya untuk sekolah di sekolah yang berbasis TIK.
Begitu juga dengan
diterapkan program dapodik oleh Kemendikbud untuk semua sekolah di seluruh
Indonesia, sekolah dituntut bahkan wajib terhubung dengan jaringan internet.
Pembayaran BOS, pembayaran TPG ,bantuan DAK dan semua informasi pendidikan
mengambil data Dapodik yang di upload dari sekolah masing-masing melalui
jaringan internet.
Bahkan dari jenjang SD
sampai Perguruan Tinggi terdapat mata pelajaran TIK. Dalam kurikulum 2013,
semua buku guru dan buku siswa dibuat dalam bentuk PDF, itu artinya mau tidak
mau suka tidak suka semua guru, murid dan pelaku pendidikan lainya harus
“melek” TIK. Reduit, Mauritus (2011) mengatakan
ada manfaat nyata dan terukur ketika anak-anak menggunakan IT.
Keunggulan TIK yang diperankan oleh internet dalam menyediakan informasi,
telah membawa perubahan dalam budaya dan tingkah laku khususnya dalam Proses
pembelajaran. pendidikan seperti ini dinamakan sebagal e-Education atau e-Learning,biasanya
sekolah tertentu menyebutkan Pembelajaran berbasis multimedia.
4. Strategi
Implementasi TIK di Sekolah
Oleh karena itu
dibutuhkan suatu strategi yang mendalam dalam penggunaan TIK di sekolah agar
TIK dapat memberikan manfaat yang signifikan terhadap suksesnya pembelajaran,
bukan malah sebaliknya. Adapun beberapa strategi yang dapat di lakukan oleh
pihak sekolah adalah sebagai berikut :
1.
Menyedia kebutuhan perangkat TIK, misalnya
fasilitas komputer, proyektor LCD dan sambungan internet yang dapat
dimanfaatkan oleh guru, karyawan, dan siswa.
2.
Kemudahan dalam mengakses sistem jaringan
bagi guru, karyawan, dan siswa.
3.
Implementasi di tingkat guru dengan cara
guru diharuskan mempelajari bagaimana sistem e-learning dengan
memberi pelatihan terprogram dan berkesinambungan.
4.
Menyediakan tenaga khusus TIK yang mumpuni
dibidang TIK untuk mengkoordinasi perangkat TIK.
5.
Membuat suatu sistem jaringan terpadu
berbasis TIK dalam penyelenggaraan program pendidikan misalnya pembuatan web
sekolah.
6.
Penggunaan multimedia dan internet akan
meningkatkan kualitas pembelajaran
7.
Meningkatkan kinerja guru secara maksimum
C.
Kesimpulan
Pembelajaran berbasis
TIK adalah suatu proses pembelajaran yang diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan,menantang
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,serta memberikan ruang yang
cukup bagi kemandirian dan perkembangan bakat, fisik serta psikologis peserta
didik.
Model pembelajaran TIK
adalah mengkomunikasikan pembelajaran terhadap anak didik secara aktif dan
kreatif, kapan saja dan dimana saja yang dapat untuk mempermudah dalam
komunikasi pembelajaran. Sehingga diharapkan anak dapat mengakses pembelajaran
dengan cepat dan tepat.
Strategi implemetasi TIK di
sekolah dapat diupayakan dengan pengadaan komputer proyektor LCD dan jaringan
internet, implementasi ditingkat guru dengan cara guru diharuskan mempelajari
bagaimana sistem e-learning dengan cara memberi
pelatihan terprogram dan berkesinambungan, menyediakan tenaga khusus TIK yang
mempunyai keahlian untuk mengkoordinasi perangkat TIK, membuat suatu
sistem jaringan terpadu berbasis TIK dalam penyelenggaraan program pendidikan
misalnya pembuatan web sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
1. Evi, Maria. Wijaya. Sinatra, Lina. (2013). Evaluation of Implementation on
Information
and Communication Technology in Higher
Education Institutions in Indonesia Using the it Balanced Scarecard (Case
Study: Satya Wacana Christian University, Salatiga), ISSN: 22294686 ,International Journal of Education, ProQuest Research
Library pg. 49-57
2. Cihak, David F; Bowlin, Tammy. (2009). Using Video Modeling via Handheld
Computers to Improve Geometry Skills for
High School Students with Learning Disabilities, ISSN: 01626434 , Scholarly Journals, ProQuest Research Library pg. 17-29
3. Eyo,Patrick. Omoogun, Ajayi.( 2013). Impediments to the Adoption of
Information and
4.
Communication Technology (ICT) in Teacher
Preparation Programme, ISSN 1948-5476.International Journal of Education, Macrothink
Institute.
5. Mauritius,Reduit. Rushda Bahadoor,Bibi. ( 2011). Integrating ICT in
Pre-Primary
Education:The Case of Mauritius, ISSN 1948-5476. International
Journal of Education, Macrothink Institute.
6.
Sutama .( 2012) . Metode Penelitian Pendidikan.Surakarta : Fairuz Media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar